Music---GO!

Twitter Page

About Me

My photo
Curup, Bengkulu, Indonesia
This is my personal blog :') I hope you are all enjoy with everything in my blog ^^ thanks ,

Thanks Everyone ^^

Powered by Blogger.

Tuesday, February 26, 2013

What is the title you want?

Guys, I’m back now. Setelah sekian lama menghilang di balik indahnya malam, kali ini aku akan bercerita sedikit tentang kisah cinta seseorang yang mungkin akan menjadi sebuah debu yang ditiup angin malam. Tak perlu menunggu lama, tiraipun dibuka. TADAAAAA!!!!!!!!!!!!
Selamat menikmati ~

              Anne, seorang wanita dengan dress putih berbaur hijau toska berjalan layaknya setrika yang menahan mangsa dengan dorongan dan tarikan sekaligus. Gadis berambut pirang se siku tersebut menatap jauh ke atas awan, tinggi..
 Seraya melihat jam keemasannya, Anne sesekali menceloteh memaju mundurkan bibir mungilnya menahan emosi yang hampir terbendung. “Dimana wanita itu?! Lama sekali, membuat jantungku semakin berdegup kencang saja.” Anne berbicara layaknya seorang putri raja, menaikkan nada satu oktaf dalam setiap kata-nya.
 “Hi unyu girl!” seorang wanita berkulit kuning langsat muncul dari belakang Anne, mengejutkan wanita berparas Chinese tersebut dengan sekali dorongan jahil. “Hei! Apa yang kau lakukan? Ingin membuat jantungku lepas as soon as possible?” Anne melipat kedua tangannya di depan dada seraya menatap wanita tersebut tajam.
 “Maafkan aku, hanya bercanda!” wanita bermata hazel tersebut merangkul Anne kuat. Mencubit pipi ‘chubby’ Anne dengan penuh kegelian, “Kau sungguh chubby, Kawan. Lama tak bertemu, apa kabar?” wanita itu tersenyum mengarahkan telapak tangannya lembut.

 “Kau masih saja seperti yang dulu, tak ada perubahan. Ha-ha. Kabarku? Tidakkah kau lihat aku sekarang? Bertambah cantik, bukan? Baik, aku baik-baik saja Lau.” Anne menjabat tangan wanita yang disapa ‘Lau’ tersebut ramah.
 “Dan kau bertambah gemuk, Anne. Kurasa kerjamu hanya makan dan tidur, right?” wanita itu tertawa seraya menatap Anne tak percaya, “Tapi kau juga bertambah cantik.” Wanita berparas ke-Amerikaan tersebut menatap Anne semakin tak percaya.
 “Benarkah? Terima kasih, Lau.” Anne tersipu seraya menggaruk tengkuknya perlahan, “Dimana aku dapat menemukan tempat tinggal? Harap maklum, orang baru ha-ha-ha.” Anne menatap Laudy penuh ketidakpastian seraya menggenggam tangannya erat.
 “Kau bisa tidur di apartemenku, Anne. Kita bisa tidur bersama, berbagi cerita bersama, nonton film bersama, menangis bersama. Apartemenku luas, jadi jangan takut!” Laudy meyakinkan Anne seraya memutar bola matanya perlahan.
“Baiklah, kau ingin aku ceritakan sedikit tentang Venice? Karena kau disini sendirian, juga untuk belajar sebagai murid SMA, apa salahnya jika kau kuberitahu sedikit tentang asal mula kota ini?” Laudy berlagak layaknya petinggi Negara.
“Hmm, kelihatannya cukup seru. Baiklah, ceritakan!”
***

 “Aku tak tau kalau Venice seindah ini. Semenjak tamat Sekolah Dasar di Indonesia, aku tak pernah melihatmu lagi, Laudy. Sungguh bodoh, tak pernah tau keadaan di luar Indonesia!” Anne terdiam menatap kedepan.
Bagaimana keadaanmu sekarang? Aku merindukanmu..
 “Ha-ha-ha, benarkah?” Laudy menghentikan pembicaraan, menatap Anne penuh harap, “Oh iya, Anne. Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang. Maukah? Kalian bisa dekat, bahkan mungkin cocok!” Raut wajah Laudy berubah seketika, terlihat harapan yang amat besar. “Hah, benarkah? Aku tak mau! Jangan membuatku risih dengan cara seperti itu, Laudy..” Anne terbangun dari lamunannya, menatap Laudy penuh tanda tanya.
“Ayolah, Anne. Tak bisakah kau melihatku merasa bangga dengan apa yang kulakukan?” Laudy membenamkan wajah di balik telapak tangannya. Wajahnya murung seketika, tak menyunggingkan senyum sedikitpun.
 “Hei, jangan bermain seperti ini! Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Tidakkah kau membantuku untuk bertemu dengan lelaki yang ingin kau kenalkan padaku?”Anne tersenyum menghibur Laudy seraya menepuk punggung Laudy pelan.
 “Benarkah?” wajah Laudy berubah konyol seketika. Wanita bermata biru tersebut menerbitkan segaris senyum bangga yang dipamerkannya, “Baiklah, ikut aku!” Laudy menarik tangan Anne keras seraya berlari mengikuti arus.
Tidakkah kau tau? Aku..
***

Mau tau kelanjutan kisahnya? Don't stop looking at us! Stay on this blog and you will know what is the answer!

Thanks, xoxo :)

No comments:

Post a Comment