Music---GO!

Twitter Page

About Me

My photo
Curup, Bengkulu, Indonesia
This is my personal blog :') I hope you are all enjoy with everything in my blog ^^ thanks ,

Thanks Everyone ^^

Powered by Blogger.

Friday, February 19, 2016

Rin...

Jikalau kutulis kurindukan hadirmu, akankah kau baca segelintir kalimat ini?
Dan nyatanya, aku memang benar-benar merindukanmu.
Kumohon, hadirlah sekali lagi dalam ketidak-sengajaan seperti waktu itu.
Itulah satu-satunya cara membuat kita saling mengetahui satu sama lain tanpa tegur sapa sedikitpun.
Indah memang, walau tak dapat memanggilmu secara langsung.
Itu saja cukup, kok.
Jadi, kumohon... Hadirlah.

Aku rin.....

Monday, February 1, 2016

Ummi Ya

Aku rindu cerewetnya Ummi dalam tiap hari-hari lesku.
Aku rindu saat, dimana aku selalu salah dimatanya.
Dia selalu mengkritikku, dengan satu tujuan: Membuatku menjadi lebih baik.
Bahkan saat berpisah jarak, tak dapat kupungkiri aku masih sangat membutuhkan bimbingan darinya.
Dia yang tak pernah berhenti menegurku, memarahiku, membimbingku, bahkan menyindirku agar dapat menjadi jauh lebih baik lagi.
Yang selalu kuingat, dia sangat menyukai purnama.
Jelas sekali, wajahnya bak bulan purnama yang teramat terang.
Begitu cantik, dan indah dilihat.
Aku... Rindu. Rindukan wajah Sang Purnama.
Dialah guru yang sangat kusayangi, dialah Sang Rindu Purnama.
Ummi, bolehkah kuabadikan namamu dalam judulku kali ini? Kuharap kau bersedia dengan sepenuh hati.

Tertanda,
Murid perempuan nakalmu.

Bunda...

"Bunda.., apa Ayah pergi karena Qila nakal?"
"Tidak, Nak." Ujar Sang Bunda lembut.
"Lalu.., apa Ayah pergi karena Alif nakal?" Si kecil-pun ikut bertutur seraya menatap Sang Bunda lugu.
"Tentu tidak, Sayangku..," Ibunda menarik napasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan, "Ayah pergi, justru karena putera-puterinya sangat shalih dan shalihah."
"Lalu.., kenapa Allah mengambil Ayah sebelum Kak Qila dan Alif dapat membahagiakan Ayah?" Alif kembali mengeluarkan pertanyaan lugunya, terlihat mata yang begitu sayu dan berbinar.
Sang Bunda-pun tersenyum. Segera ia merangkul pelan kedua anak tersayangnya, menciumnya satu-satu dan tertawa. Ia tahu, anak-anaknya akan segera tumbuh dewasa dan mampu membahagiakan kedua orangtuanya.
"Cepat dewasa, ya, Nak..," seraya tersenyum, dipeluknya kedua anak lucu nan lugu yang sangat dicintainya ini.
"Ayah membutuhkan do'a kalian disana. Jangan berhenti mendo'akan Ayah, ya, Sayang..," ditatapnya Aqila Syifa Az-Zahra dan Alif Fatih Al-Wahid lembut, "Ingin bertemu Ayah di Syurga-Nya, kan, Sayang?"
"Tentu, Bunda."
"Apapun akan kami lakukan demi Ayah dan Bunda tersayang!" Qila memeluk erat Sang Bunda, diikuti Alif yang mengecup dahi Ibundanya lembut.